Rabu, Oktober 7, 2026

Alarm Darurat Tata Kelola Bank BJB: Pefindo Pangkas Rating, ASNI Minta Kejati Jabar Seret Direksi-Komisaris

NasionalAlarm Darurat Tata Kelola Bank BJB: Pefindo Pangkas Rating, ASNI Minta Kejati Jabar Seret Direksi-Komisaris

​JAKARTA, ZONARILIS.COM— Beban reputasi dan fundamental PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB/BJBR) kian kritis. Belum tuntas pusaran kasus dugaan korupsi pengadaan iklan 2021–2023 yang merugikan negara Rp223,6 miliar, PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) resmi memangkas peringkat bank daerah tersebut dari idAA menjadi idAA-.

​Koreksi rating ini mengonfirmasi pelemahan kualitas aset secara konsisten hingga Juni 2026: rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) naik ke 3,3% (vs. 2,8% akhir 2025 dan 2,2% akhir 2024), serta kredit dalam perhatian khusus (Special Mention Loan/SML) melonjak ke 4,3% (vs. 3,8% dan 2,7% pada periode pembanding).

​Menyikapi rentetan krisis ini, Koordinator Aliansi Seniman Ngeyel Indonesia (ASNI), Pamit Andrianto, melalui keterangan pers pada Minggu (13/09/26), menilai akumulasi masalah di Bank BJB sudah berada pada titik nadir pengawasan manajerial.

BACA JUGA :  Survei Buruh Ungkap Buruknya Kondisi Kerja Kawasan IMIP Morowali

​Pamit menyoroti bahwa karut-marut ini paralel dengan lambannya penanganan hak nasabah—dicontohkan pada kasus raibnya/dugaan perampokan deposito emas Antam Mulia 2,2 kilogram milik William Gunawan di BJB Syariah Cabang Tebet yang mencerminkan rapuhnya group-level risk management.

​Atas dasar pembusukan kualitas kredit dan beban skandal yang mencederai kepercayaan publik, ASNI mendesak penegak hukum bersikap ekstra-ordinari. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat diminta segera menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru guna memanggil dan memeriksa pertanggungjawaban hukum seluruh jajaran direksi serta komisaris Bank BJB.(zr).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer