JAKARTA, ZONARILIS.COM — Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menginisiasi langkah progresif dalam membentuk peradaban urban. Melalui forum diskusi publik bertajuk “Jakarta Bergerak From School to Global City: Naik Transportasi Publik Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Gaya Hidup Global” di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, momentum ini dijadikan wadah strategis merajut sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan masyarakat.
Ketua Umum FPPJ, Endriansyah (Rian), menegaskan bahwa moda transportasi modern seperti MRT memiliki fungsi ganda yang melampaui sekadar sarana mobilitas perpindahan fisik. Bagi FPPJ, MRT adalah laboratorium sosial tempat generasi muda menempa karakter.
”Ketika anak-anak sekolah mulai terbiasa menggunakan transportasi publik, mereka sesungguhnya sedang belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, menghargai waktu, serta adab dalam berinteraksi sosial. Belajar mengantre, mendahulukan yang membutuhkan, menghormati orang lain, dan memahami bahwa ruang publik adalah milik bersama,” tegas Rian.
Melalui pembiasaan ini, mobilitas massal diyakini mampu menjadi katalisator pengurai kemacetan sekaligus pelebur sekat sosial antarwarga demi menyongsong wajah baru Jakarta sebagai kota global yang beradab.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, yang hadir menyampaikan keynote speech, memaparkan bahwa infrastruktur pendukung di Ibu Kota sudah berada di jalur yang sangat matang. Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, tingkat konektivitas layanan transportasi publik kini telah menembus angka di atas 90 persen.
”Artinya, ketika kita keluar rumah dan berjalan tidak sampai 500 meter, insya Allah sudah bisa menemukan minimal JakLingko, Mini Trans, Transjakarta, bahkan LRT,” ungkap Chico.
Mengambil refleksi dari pengamalan hidupnya semasa menempuh studi di New York University, Chico menceritakan bagaimana figur publik dan kalangan mapan di luar negeri menjadikan transportasi massal sebagai rutinitas harian yang elegan. Ia pun memotivasi para pelajar untuk menjadi ujung tombak perubahan kultur ini di Jakarta.
Komitmen memperkuat edukasi publik ini disambut langsung oleh jajaran direksi BUMD dan instansi pemerintah. Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda), Mega Indahwati Tanangsa Tarigan, memaparkan berbagai terobosan edukatif yang telah digulirkan, mulai dari program MRT Mengajar, MRT Goes to School, fasilitasi PKL, hingga Edu Tour dan Edu Wisata. Pihaknya juga memastikan pelajar masuk dalam 13 golongan prioritas yang menikmati fasilitas Kartu Layanan Gratis.
Dukungan serupa disampaikan oleh Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sarjoko. Pihaknya terus mendorong para pelajar agar menjadikan budaya naik angkutan umum sebagai kesadaran intrinsik, bukan karena keterpaksaan.
”Kota global akan dilihat dari karakter, perilaku para penghuninya, khususnya dalam bertransportasi,” pungkas Sarjoko, dalam diskusi yang turut dihadiri Kepala Pusat Kebijakan Strategis dan Pelayanan BP BUMD DKI Jakarta, Wahyudi.(ZR).










