Jakarta – Insiden kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok, Rabu (12/8) menjadi alarm keras bagi keselamatan pelayaran nasional. Satu penumpang tewas dan 172 lainnya berhasil selamat dari kapal rute Padangbai-Lembar tersebut.
Anggota Komisi V DPR RI Ade Ginanjar murka. Ia menilai pemerintah gagal belajar dari kejadian sebelumnya. Belum hilang ingatan publik soal kebakaran KM Mutiara Sentosa II di utara Sumenep pada 2 Agustus lalu, kini kapal terbakar lagi.
Ia mendesak evaluasi menyeluruh. Jangan hanya cek dokumen laik layar di atas kertas, tapi cek fisik kapal di lapangan. Mulai dari mesin, kabel listrik, alat pemadam, sampai sekoci.
Ade juga menyentil soal manifes penumpang yang kembali tidak sinkron antara data dan jumlah evakuasi. Menurutnya, ini kesalahan fatal yang membahayakan proses SAR.










