MAKASSAR, zonarilis.com – Fasilitas dapur Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Selatan kini menjadi pusat perhatian publik setelah terungkapnya penggunaan anggaran yang fantastis. Tidak tanggung-tanggung, dana yang digelontorkan untuk rehabilitasi dapur dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rujab Gubernur menembus angka Rp1,8 miliar. Temuan ini memicu kritik keras dari Center for Budget Analysis (CBA) yang menilai adanya ketimpangan tajam antara kemewahan fasilitas pejabat dengan prioritas kebutuhan masyarakat.
Sejak Andi Sudirman Sulaiman resmi menempati kediaman dinas usai dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, proyek perbaikan fasilitas tersebut terus berjalan. Data yang dikantongi CBA menunjukkan, anggaran miliaran rupiah tersebut terbagi dalam dua komponen besar. Pertama, rehabilitasi dapur dengan nilai pekerjaan Rp1 miliar, yang ditambah biaya perencanaan teknis sebesar Rp126,6 juta serta pengawasan teknis mencapai Rp78,9 juta.
Kedua, pembangunan IPAL khusus dapur yang menelan dana Rp500 juta, dengan tambahan biaya perencanaan senilai Rp75,1 juta dan biaya pengawasan sebesar Rp45,7 juta. Besarnya biaya perencanaan dan pengawasan untuk proyek skala dapur ini memancing sindiran keras dari Koordinator CBA, Jajang Nurjaman. Ia menilai angka tersebut sangat berlebihan dan tidak mencerminkan efisiensi anggaran daerah.
”Merancang dan mengawasi sebuah dapur seolah membutuhkan perhatian yang sangat besar. Publik berhak tahu, apa urgensi di balik proyek miliaran ini? Di saat rakyat masih bergulat dengan infrastruktur yang rusak dan pelayanan kesehatan yang belum maksimal, pemerintah justru memprioritaskan renovasi dapur rumah jabatan,” ujar Jajang, Senin (8/6/2026).
CBA menekankan bahwa prinsip transparansi tidak boleh diabaikan, apalagi proyek ini menggunakan uang rakyat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan didesak untuk tidak menutup diri dan segera memberikan penjelasan transparan mengenai rincian serta manfaat proyek tersebut agar tidak menjadi bola liar yang merusak kepercayaan publik.
Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan teknis maupun urgensi di balik proyek renovasi dapur Rujab yang memakan biaya miliaran rupiah tersebut. Publik kini menanti langkah keterbukaan dari Pemprov terkait penggunaan anggaran yang dinilai cukup kontroversial di tengah kondisi ekonomi saat ini.(zr).










