Rabu, Oktober 7, 2026

DPR Usulkan Insentif bagi Daerah Berprestasi dalam Pengelolaan Sampah

NasionalDPR Usulkan Insentif bagi Daerah Berprestasi dalam Pengelolaan Sampah

JAKARTA, Zonarilis.com – Anggota Komisi II DPR RI Fauzan Khalid mendorong Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memberikan insentif kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mengelola persoalan sampah secara efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, skema insentif tersebut penting untuk mendorong inovasi daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah, sekaligus mempercepat transformasi sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

“Saya kira ini penting sekali agar sampah dapat diubah menjadi instrumen pembangunan yang produktif. Karena itu, Kemendagri dapat memberikan insentif bagi pemerintah daerah yang berhasil mengatasi masalah sampah dengan baik,” ujar Fauzan dalam keterangannya, dikutip Parlementaria, Selasa (21/6/2026).

Fauzan menilai, berbagai dukungan pemerintah pusat selama ini melalui penyediaan sarana dan mesin pengelolaan sampah di sejumlah daerah perlu terus dilanjutkan. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan kapasitas daerah dalam menangani persoalan sampah secara lebih sistematis.

BACA JUGA :  Jazuli Lepas 448 Mahasiswa KKN UNMA Mengabdi di Pelosok Negeri

Ia menegaskan, penanganan sampah tidak dapat hanya berfokus pada aspek hilir melalui tempat pemrosesan akhir (TPA), melainkan harus diperkuat dari sisi hulu, yakni rumah tangga melalui pemilahan sampah.

“Persoalan sampah tidak hanya di hilir, tetapi juga di hulu. Karena itu, Kemendagri dan pemerintah daerah perlu secara masif mendorong pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah tangga,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut akan membantu mengurangi beban TPA, mempercepat proses daur ulang, serta menekan potensi pencemaran lingkungan.
Dorong Penguatan Ekonomi Wilayah Perbatasan

Dalam kesempatan yang sama, Fauzan juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi di kawasan perbatasan. Ia meminta Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk memprioritaskan pengembangan sektor produktif seperti pertanian, kelautan, dan usaha mikro.

BACA JUGA :  WALHI Kritik Krisis Sampah yang Makin Parah, Begini Akar Masalahnya

Selain itu, optimalisasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) serta pengembangan ekonomi digital dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

“Kolaborasi lintas sektoral perlu diperkuat, termasuk dalam memastikan hunian yang layak melalui rehabilitasi rumah tidak layak huni di kawasan 3T,” kata Fauzan.

Minta Optimalisasi Aset OIKN

Fauzan juga menekankan perlunya strategi pemanfaatan bertahap terhadap fasilitas yang telah dibangun oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), agar seluruh aset dapat segera berfungsi dan memberikan manfaat nyata bagi publik.

Menurutnya, efektivitas pemanfaatan infrastruktur menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan baru. ***

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer