Rabu, Oktober 7, 2026

Fraksi Gerindra Tepis Isu Keterlibatan Wapres dalam Polemik Aliran Dana Mahasiswa UBK

NasionalFraksi Gerindra Tepis Isu Keterlibatan Wapres dalam Polemik Aliran Dana Mahasiswa UBK

​JAKARTA, ZONARILIS.COM – Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, memberikan klarifikasi tegas terkait polemik dugaan aliran dana sebesar Rp20 juta yang diterima oleh oknum mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) pasca-pertemuan dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Menanggapi pengakuan mantan Ketua BEM Fakultas Hukum UBK yang beredar luas, Bambang dalam keterangan nya pada rabu (25/06/26) di Gedung DPR, menegaskan bahwa tudingan tersebut masih bersifat sepihak dan meyakini Wapres Gibran tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam insiden tersebut.

​Bambang menilai bahwa isu ini berpotensi menjadi alat adu domba yang sengaja diembuskan untuk mengganggu keharmonisan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk bersikap tenang dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada bukti yang konkret. Menurutnya, sinergi antara Presiden dan Wakil Presiden saat ini berjalan dengan sangat baik dan saling mendukung, sehingga ia mengimbau agar masyarakat tidak mudah termakan isu yang berniat menciptakan keretakan di pemerintahan.

BACA JUGA :  Daniel Johan Desak Langkah Luar Biasa Hadapi Karhutla: Ancaman Kabut Asap Kembali Mengintai Jutaan Warga

​Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa Fraksi Gerindra akan terus memberikan dukungan penuh bagi keberlangsungan pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia pun berpandangan bahwa Wapres Gibran tidak perlu menanggapi isu tersebut secara berlebihan karena hal itu dianggap di luar koridor tugas pokok dan fungsi seorang Wakil Presiden. Baginya, isu ini sebaiknya diproses sesuai mekanisme yang ada tanpa harus membuang energi untuk menanggapi spekulasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

​Polemik ini sendiri berawal dari pengakuan mantan Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, dalam sebuah forum klarifikasi pada Senin, 22 Juni 2026. Dalam forum tersebut, ia mengakui telah menerima uang sebesar Rp20 juta yang diduga bertujuan untuk mengondisikan agar aksi demonstrasi mahasiswa dipindahkan dari kawasan Istana Negara ke Gedung DPR RI. Namun, aksi tersebut nyatanya tetap berlangsung di depan Istana Negara meski uang telah diterima. Berdasarkan informasi yang terungkap dalam forum mahasiswa tersebut, dana tersebut telah dibagikan kepada tujuh orang, dengan rincian Rp6 juta diterima oleh ketua BEM dan sisanya didistribusikan kepada pengurus lain serta pihak terkait. Kini, publik dan berbagai pihak mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas siapa dalang di balik aliran dana tersebut guna menjaga kredibilitas gerakan mahasiswa.zr

BACA JUGA :  Kesehatan Bukan Sekadar Bisnis, PP Muhammadiyah Tegaskan Komitmen Layanan Berbasis Kemanusiaan
spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer