Rabu, Oktober 7, 2026

Kata Konsumen Merah Putih Soroti Gangguan Siaran Piala Dunia 2026 di TVRI, Minta Akses Gratis dan Setara Dipastikan

UncategorizedKata Konsumen Merah Putih Soroti Gangguan Siaran Piala Dunia 2026 di TVRI, Minta Akses Gratis dan Setara Dipastikan

JAKARTA – Sejumlah keluhan masyarakat terkait gangguan akses siaran Piala Dunia 2026 di TVRI menjadi sorotan organisasi perlindungan konsumen Kata Konsumen Merah Putih. Sejak pertandingan bergulir, organisasi tersebut mengaku menerima puluhan laporan dari masyarakat yang mengalami kendala saat mengakses tayangan ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Keluhan yang disampaikan masyarakat beragam, mulai dari hilangnya sinyal televisi digital di sejumlah wilayah, situs resmi TVRI yang sulit diakses, hingga aplikasi TVRI yang mengalami gangguan saat pertandingan berlangsung. Kondisi tersebut dinilai menghambat masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 melalui layanan yang sebelumnya dijanjikan dapat diakses secara gratis.

Direktur Kata Konsumen Merah Putih, Oktoryandi, mengatakan pihaknya memahami bahwa Piala Dunia merupakan ajang yang memiliki tingkat trafik penonton sangat tinggi. Namun demikian, menurutnya, komitmen menghadirkan siaran gratis kepada publik harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai.

” Kami memahami Piala Dunia adalah event dengan trafik tinggi. Tapi janji siaran gratis harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur. Masyarakat berhak mendapat akses yang layak, apalagi TVRI dibiayai dari APBN dan hak siar. Gangguan sinyal digital dan error server di jam tayang utama sama artinya menutup akses informasi publik,” ujar Oktoryandi dalam keterangannya, Senin (16/6/2026).

BACA JUGA :  Ketum Pemuda LIRA: Perdamaian Harus Dimulai dari Melindungi Anak dan Perempuan

Menurutnya, sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati siaran yang telah dijanjikan tanpa hambatan berarti. Terlebih, hak siar Piala Dunia 2026 merupakan salah satu program yang sangat dinantikan masyarakat dari berbagai kalangan.

Oktoryandi menilai persoalan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut hak konsumen atas akses informasi dan hiburan publik yang merata. Karena itu, ia meminta TVRI segera melakukan langkah-langkah perbaikan agar gangguan yang terjadi tidak terus berulang selama turnamen berlangsung.

“Kami meminta TVRI segera berkoordinasi dengan penyelenggara multipleksing, memperbaiki kapasitas server streaming, serta membuka kanal pengaduan real-time agar setiap masalah yang dihadapi masyarakat dapat ditangani secara cepat dan efektif,” katanya.

Lebih lanjut, Kata Konsumen Merah Putih menyampaikan empat rekomendasi yang dinilai perlu segera dilakukan oleh TVRI. Pertama, memberikan penjelasan secara transparan kepada publik mengenai penyebab gangguan yang terjadi beserta langkah-langkah perbaikan yang sedang dilakukan.

BACA JUGA :  Diduga Asisten Reza Arap, Wanita Inisial CD Diperiksa Bareskrim soal Pembelian Whip Pink

Kedua, meningkatkan kapasitas dan keandalan server layanan streaming agar mampu menampung lonjakan pengguna pada jam-jam pertandingan yang menjadi puncak perhatian publik. Ketiga, memastikan pemerataan kualitas siaran televisi digital, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sesuai mandat pelayanan publik yang diemban TVRI.

Keempat, membuka posko pengaduan yang responsif selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 sehingga masyarakat memiliki saluran komunikasi yang jelas ketika mengalami kendala dalam mengakses siaran.

Menurut Oktoryandi, keterbukaan informasi dan respons cepat terhadap keluhan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penyiaran negara. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan akses siaran, tetapi juga kepastian bahwa setiap gangguan yang terjadi ditangani secara profesional dan transparan.

“Piala Dunia adalah pesta olahraga dunia yang dinantikan jutaan masyarakat Indonesia. Jangan sampai antusiasme publik justru terganggu karena persoalan teknis yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal. TVRI perlu menunjukkan komitmennya sebagai penyiar publik yang mampu memberikan layanan berkualitas kepada seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA :  DPR Kawal Penyaluran PIP di SDN 3 Cadasari Pandeglang

Kata Konsumen Merah Putih juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog antara konsumen, TVRI, dan regulator terkait guna mencari solusi terbaik atas berbagai persoalan yang muncul selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Langkah tersebut dinilai penting agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi dan hiburan publik tetap terpenuhi secara adil, merata, dan sesuai dengan semangat pelayanan publik yang menjadi mandat utama lembaga penyiaran negara.

Dengan masih berlangsungnya rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026, masyarakat berharap berbagai gangguan yang terjadi dapat segera diatasi sehingga pengalaman menonton melalui TVRI dapat berjalan lebih lancar hingga turnamen berakhir.

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer