JAKARTA, zonarilis.com — Sunset di Kebun Series 2026 resmi diluncurkan sebagai gelaran keempat sejak pertama kali diselenggarakan. Tahun ini, program tersebut menghadirkan konsep festival musik berbasis alam yang lebih luas dengan tiga pengalaman sekaligus dalam satu rangkaian, yakni Sunset di Kebun, Sunset di Pantai, serta Jazz di Kebun.
Kegiatan ini adalah kali keempat diselenggarakan oleh PT Mitra Natura Raya yang merupakan bagian dari Dyandra & Co., serta menjadi mitra Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam pengelolaan kebun raya di Indonesia.
Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengatakan bahwa festival ini tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga membawa pesan pelestarian lingkungan.
“Melalui pendekatan musik dan pengalaman langsung di alam, kami ingin mengenalkan pentingnya konservasi kepada generasi muda,” ujarnya dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Selasa, (5/5/2026)
Adapun tiga konsep utama yang dihadirkan meliputi Sunset di Kebun dengan suasana piknik santai di ruang terbuka hijau, Sunset di Pantai yang menawarkan pengalaman musik di kawasan pesisir, serta Jazz di Kebun yang dikemas secara lebih intim bagi penikmat musik.
Rangkaian kegiatan akan digelar di tiga kota, dimulai di Bogor pada 9–10 Mei 2026 di Kebun Raya Bogor. Selanjutnya, acara akan berlangsung di Jakarta pada Juni 2026 dan Bali pada Juli 2026.
Sejumlah musisi Tanah Air dijadwalkan tampil, di antaranya Tulus, Fiersa Besari, Hindia, Nadin Amizah, Dere, serta .Feast.
General Manager Event, Abi Irawan, menambahkan bahwa konsep pengalaman menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan festival ini.
“Pengunjung tidak hanya menikmati penampilan musisi, tetapi juga keseluruhan pengalaman acara dari awal hingga akhir,” katanya.
Selain itu, sunset dikebun juga menawarkan edukasi berbagai literasi dari investasi, hingga lingkungan, dan space untuk ibu dan anak untuk lebih mencintai lingkungan.
Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, festival ini berhasil digelar di enam lokasi dengan total lebih dari 52 ribu pengunjung. Tingkat kepuasan pengunjung juga tergolong tinggi, tercermin dari indeks kepuasan pelanggan dan rekomendasi yang positif.
Presiden Direktur PT Mitra Natura Raya, Michael Bayu A Sumarijanto, menyampaikan bahwa konsep festival berbasis alam ini akan terus dikembangkan ke depan.
“Kami ingin menghadirkan hiburan yang sejalan dengan edukasi, sehingga masyarakat dapat menikmati musik sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.
Yang menarik kata Bayu, sunset dikebun juga menghadirkan pos cinta, sebuah ruang interaktif untuk menyampaikan pesan harapan hingga berkenalan.
“Sunset di kebun bisa menyatukan anak IPA dan IPS sekaligus,” seloroh Bayu.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, program juga didukung oleh Tring! by Pegadaian yang menghadirkan kemudahan transaksi serta berbagai penawaran bagi pengunjung.
Dengan konsep yang menggabungkan hiburan, edukasi, dan pelestarian lingkungan, serta memasuki tahun keempat penyelenggaraan, Sunset di Kebun Series 2026 diharapkan menjadi salah satu destinasi kegiatan berbasis pengalaman bagi masyarakat.










