Rabu, Oktober 7, 2026

Tangerang Raya–DKI Perkuat Kolaborasi Atasi Banjir dan Sampah

NasionalDaerahTangerang Raya–DKI Perkuat Kolaborasi Atasi Banjir dan Sampah

JAKARTA, zonarilis.com — Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepakat memperkuat kerja sama dalam penanganan banjir dan pengelolaan sampah di kawasan aglomerasi Tangerang Raya dan Jakarta. Kesepakatan ini dibahas dalam pertemuan Gubernur Banten Andra Soni dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu, (20/5/2026).

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, persoalan banjir di wilayah Tangerang Raya tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu daerah. Menurutnya, karakter aliran air dan dampak lingkungan yang saling terhubung menuntut adanya sinergi lintas wilayah.

“Banten dan DKI Jakarta itu sejatinya saling membutuhkan. Oleh karena itu, kolaborasi ini harus terus kita perkuat,” ujar Andra Soni dikutip zonarilis Kamis, (21/5/2026).

BACA JUGA :  Kesehatan Bukan Sekadar Bisnis, PP Muhammadiyah Tegaskan Komitmen Layanan Berbasis Kemanusiaan

Salah satu langkah yang disepakati dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembangunan tandon bersama. Infrastruktur ini diharapkan mampu menampung debit air hujan saat musim penghujan sekaligus menjadi cadangan air baku bagi masyarakat.

Selain isu banjir, kedua pemerintah daerah juga membahas penguatan sistem pengelolaan sampah. Wilayah Tangerang Raya berkomitmen mengembangkan pengolahan sampah menjadi energi listrik sesuai kebijakan pemerintah pusat.

Di sisi lain, sampah organik akan diolah menjadi produk bernilai ekonomi dengan melibatkan partisipasi masyarakat sekitar.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menambahkan, pertemuan tersebut juga membahas pemanfaatan lahan milik Pemprov DKI Jakarta di Kecamatan Legok. Lahan itu direncanakan untuk pengembangan kawasan pertanian, permukiman, serta tandon pengendali banjir.

BACA JUGA :  Kekerasan Seksual di Pesantren Pati, Organisasi Perempuan Minta Penanganan Tuntas dan Pemulihan Korban

Menurutnya, persoalan banjir dan sampah kerap dirasakan masyarakat terutama saat musim hujan atau ketika kapasitas tempat pembuangan sementara mulai penuh.

“Karena itu, kolaborasi antarwilayah serta keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam penanganan persoalan tersebut secara berkelanjutan,” tandasnya. ***

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer