JAKARTA, zonarilis.com — Kebakaran yang melanda lima unit rumah kontrakan di Jalan Asmin RT 02/RW 03, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (8/5), diduga karena adanya korsleting listrik dan berlangsung cepat dalam waktu kurang dari satu jam di rumah kontrakan Ibu Endang.
Peristiwa bermula sekitar pukul 11.27 WIB, saat api pertama kali muncul dari bagian belakang ruang tidur salah satu rumah kontrakan. Percikan api diduga berasal dari arus pendek listrik, lalu dengan cepat membesar.
Ketua RT 02, Muryani, mengatakan kobaran api langsung merambat ke bangunan lain karena kondisi rumah yang berdekatan dan sebagian merupakan bangunan lama.
“Api cepat membesar dan merambat ke kontrakan lainnya. Warga sempat panik dan berusaha memadamkan dengan alat seadanya,” ujarnya setelah melihat hasil olah TKP pasca api padam.
Sebelumnya spekulasi beredar, ada yang menyebut api yang membesar dari bagian dapur, namun setelah dilakukan olah TKP, kontrakan dekat gang sempit itu rupanya bagian kamar yang memunculkan percikan api yang juga dekat dengan tiang listrik.
Warga yang melihat kejadian tersebut berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Upaya pemadaman awal dilakukan menggunakan ember berisi air, namun api tidak dapat dikendalikan.
Tak lama berselang, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur tiba di lokasi dengan mengerahkan 12 unit mobil pemadam dan 60 personel.
Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, menyebutkan api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 12.25 WIB.
“Penanganan berlangsung cepat, kurang dari satu jam api berhasil dipadamkan,” katanya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, lima kepala keluarga dengan total 15 jiwa terdampak dan kehilangan tempat tinggal.
Sementara itu, Lurah Susukan, Puja Akbar Sahroni, mengatakan para penyintas saat ini mengungsi di tenda darurat yang disiapkan BPBD DKI Jakarta, akan tetapi sebagian lainnya memilih tinggal di rumah kerabat.
“Kami sedang mengajukan bantuan ke PMI, Baznas, dan BPBD untuk kebutuhan dasar warga,” terangnya.
Saat ini, lokasi kebakaran masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pembersihan puing-puing akan dilakukan setelah proses tersebut selesai. ***











