JAKARTA, zonarilis.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menilai penanganan sampah yang selama ini berfokus pada hilir belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
Pengkampanye Urban Berkeadilan WALHI, Wahyu Eka Styawan, mengatakan berbagai teknologi pengolahan sampah yang saat ini dikembangkan tidak menyentuh akar masalah.
“Kami tegaskan, bahwa pendekatan ini tidak mengurangi timbulan sampah, melainkan justru mempertahankan bahkan meningkatkan produksi sampah sebagai bahan bakar,” ujar Wahyu dilansir dari siaran resmi, Kamis, (14/5/2026).
Menurut dia, solusi pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu melalui perubahan kebijakan yang menekan produksi sampah sejak awal.
“Yakni dengan menghentikan alih fungsi lahan, membatasi ekstraksi air tanah berlebihan, mengurangi produksi sampah sejak awal, serta memastikan tanggung jawab produsen atas seluruh siklus hidup produknya,” katanya.
Ia menambahkan, tanpa langkah tersebut, berbagai proyek pengolahan sampah dan penyediaan air bersih hanya akan menjadi solusi sementara.
“Tanpa langkah ini, proyek pengolahan sampah dan penyediaan air hanya akan menjadi solusi tambal sulam yang mahal dan berisiko,” ucapnya.
Selain itu, pencemaran sungai yang tidak diikuti penegakan hukum dinilai turut memperburuk kondisi lingkungan.
“Pencemaran sungai yang dibiarkan tanpa penegakan hukum dan pemulihan ekosistem telah merusak sumber air, melanggar hak masyarakat atas lingkungan sehat, dan memperparah krisis air bersih,” tuturnya.
Wahyu menekankan, pemerintah perlu memprioritaskan kebijakan pencegahan di tengah ancaman krisis iklim dan kekeringan.
“Pemerintah harus memprioritaskan pengurangan sampah dari sumber, mewajibkan tanggung jawab produsen, penghentian open dumping, perlindungan wilayah resapan, serta pembatasan pengambilan air tanah,” tandasnya.










