JAKARTA, zonarilis.com – Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melalui akun resminya menyampaikan bahwa Ruang Limpah Sungai (RLS) Brigif menjadi salah satu inovasi pengendalian banjir yang mendapat perhatian dalam diskursus pengelolaan air perkotaan di tingkat global.
Dalam unggahan resmi tersebut, disebutkan bahwa RLS Brigif berkontribusi dalam membuat Jakarta lebih tahan terhadap banjir sekaligus menjadi salah satu representasi pendekatan berbasis alam yang diangkat dalam forum internasional.
“Jakarta raih pengakuan global. RLS Brigif bantu kota lebih tahan banjir, wakili Jakarta di acara Venice Climate Week 2026,” demikian keterangan yang disampaikan melalui akun resmi Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta.
Sebagaimana diketahui, RLS Brigif yang berlokasi di Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, merupakan kawasan yang difungsikan untuk menampung limpasan air sungai saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Konsep ini bertujuan untuk mengurangi beban aliran di wilayah hilir serta memberikan ruang bagi sungai untuk meluap secara terkendali. Selain fungsi teknis pengendalian banjir, kawasan ini juga dikembangkan sebagai Ruang Terbuka Biru (RTB) yang mengembalikan fungsi ekologis sempadan sungai.
RLS Brigif merupakan bagian dari Pemprov DKI Jakarta, dalam menerapkan pendekatan nature-based solution atau solusi berbasis alam dalam pengelolaan sumber daya air perkotaan. Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara kebutuhan infrastruktur kota dan pemulihan fungsi ekosistem sungai, sekaligus menyediakan ruang interaksi publik di kawasan bantaran sungai.
Dan untuk diketahui, Venice Climate Week 2026 merupakan forum internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan global, termasuk pemerintah kota, lembaga riset, dan organisasi lingkungan, untuk membahas isu perubahan iklim, ketahanan kota, dan pengelolaan wilayah pesisir serta sumber daya air.
Dalam forum tersebut, berbagai inisiatif dari kota-kota dunia, termasuk Jakarta, dipresentasikan sebagai bagian dari upaya global menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya terkait risiko banjir dan krisis air perkotaan. ***










