Rabu, Oktober 7, 2026

Tragedi Bekasi Timur, Azas Tigor Desak Audit Total PT KAI atas Kegagalan Sistem Keselamatan

HeadlineTragedi Bekasi Timur, Azas Tigor Desak Audit Total PT KAI atas Kegagalan Sistem Keselamatan

JAKARTA, Zonarilis.com – ​Analis kebijakan transportasi Azas Tigor Nainggolan melontarkan kritik tajam terhadap PT KAI menyusul insiden tabrakan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).

Tigor menilai kecelakaan beruntun yang merenggut sedikitnya tujuh nyawa tersebut merupakan bukti nyata kegagalan serius dalam sistem keselamatan dan manajemen komunikasi perkeretaapian nasional.

Menurutnya, dalam sistem transportasi modern, sangat tidak masuk akal jika ada dua rangkaian kereta berada di jalur yang sama saat salah satunya sedang mengalami kondisi darurat.

​Tigor menyoroti adanya dugaan kuat putusnya koordinasi antara pengendali perjalanan kereta dengan masinis KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang. Ia menekankan bahwa seharusnya, begitu KRL mengalami gangguan setelah menabrak taksi online di perlintasan Bulak Kapal, protokol keamanan segera mengunci lintasan tersebut dan menghentikan seluruh perjalanan kereta di belakangnya tanpa terkecuali.

BACA JUGA :  Penagihan Pinjol ke Kontak Darurat Dikecam, Dinilai Berpotensi Langgar UU PDP

Minimnya informasi darurat yang sampai ke masinis kereta jarak jauh menunjukkan adanya lubang besar dalam manajemen operasi lapangan yang sangat membahayakan nyawa penumpang.

​Lebih lanjut, Tigor juga mengkritisi lambatnya proses evakuasi awal yang menyebabkan KRL masih tertahan di jalur saat kereta lain melintas dengan kecepatan tinggi.

Dampak dari benturan keras ini tidak hanya menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang KRL dan lokomotif KA Argo Bromo, tetapi juga mengakibatkan sejumlah penumpang terjepit hingga menimbulkan korban jiwa. Atas dasar tersebut, ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap PT KAI, mulai dari evaluasi sistem komunikasi digital hingga tanggung jawab manajerial di lapangan agar tragedi serupa tidak terulang kembali di masa depan.

BACA JUGA :  KSBSI Tegaskan Tidak Ikut Aksi 27 Agustus: Kami Fokus Rakernas

​Hingga saat ini, insiden tersebut telah menyebabkan lumpuhnya total jalur kereta rute Jakarta–Bekasi–Cikarang. Pihak berwenang masih terus melakukan investigasi mendalam di lokasi kejadian, sementara publik menanti pertanggungjawaban konkret dari manajemen perkeretaapian atas risiko keselamatan yang gagal dimitigasi dengan baik. Kekhawatiran Tigor sangat mendasar, yakni jika evaluasi total tidak segera dilakukan, keselamatan jutaan penumpang yang bergantung pada transportasi rel setiap harinya akan terus berada dalam ancaman yang tidak perlu.(Red).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer