Rabu, Oktober 7, 2026

Di Balik Bantahan Isu Akuisisi BCA: Mengapa Manajemen Terkesan Reaktif Hadapi Bayang-Bayang Haji Isam

NasionalDi Balik Bantahan Isu Akuisisi BCA: Mengapa Manajemen Terkesan Reaktif Hadapi Bayang-Bayang Haji Isam

 

JAKARTA, zonarilis — ZONARILIS.COM — Rumor liar mengenai rencana akuisisi saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) oleh konglomerat asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, sukses menghentak publik. Namun, yang menarik perhatian bukan hanya isu transaksinya saja, melainkan reaksi manajemen bank swasta terbesar di tanah air itu yang dinilai publik terlalu reaktif dan defensif.

Aliansi Seniman Ngeyel Indonesia (ASNI) menjadi salah satu pihak yang menyoroti tajam gerak-gerik manajemen bank berlogo kelapa tersebut. Koordinator ASNI, Pamit Andrianto, menilai gaya komunikasi korporat yang dikeluarkan oleh BCA jauh dari kesan dingin, tenang, dan berbasis standar bisnis profesional pada umumnya.

Menurut Pamit, ada aroma ketidaksukaan personal dan ketakutan terselubung yang terpancar jelas di balik diksi-diksi bantahan resmi yang dirilis ke publik.

BACA JUGA :  Aliansi Seniman Ngeyel Minta KPK Periksa Mensos Gus Ipul Terkait Anggaran Laptop

“Cara mereka membantah bukan dengan nada bicara yang tenang dan meyakinkan, melainkan tergesa-gesa dan berapi-api. Seolah-olah ada kekhawatiran posisi di jajaran komisaris atau direksi akan terusik sebelum sempat menutup pintu,” ujar Pamit, Jumat (25/9).

Pamit mengingatkan kembali prinsip dasar ekonomi pasar modal. Sebagai sebuah Perseroan Terbuka (Tbk) yang sahamnya melantai di bursa, BCA sejatinya adalah milik publik dan terbuka bagi siapa saja yang memiliki instrumen finansial sah untuk berinvestasi. Ia lantas melontarkan kritik menohok terkait resistensi tersebut.

“Kalau Haji Isam datang membawa dana yang sah secara hukum, kenapa harus ditolak? Apakah ada ketakutan tertentu jika nantinya ada pihak luar yang ikut memeriksa isi kekayaan BCA secara mendalam?” sindirnya tajam.

ASNI menduga, kepanikan semu ini mencerminkan adanya zona nyaman di dalam tubuh manajemen yang engganik terganggu. Ada semacam aturan tak tertulis di lingkaran elit bisnis lama: bahwa tidak semua orang kaya di negeri ini diizinkan masuk ke dalam lingkaran kekuasaan mereka, terlebih jika figur tersebut membawa gaya bisnis baru yang di luar kendali mereka.

BACA JUGA :  Dari Mitos Ganti Nama hingga Rugi Rp498 Miliar: ASNI Bedah "Kutukan" dan Borok Internal Bank Raya

Sebelum gelombang spekulasi ini semakin melebar, pihak manajemen BCA telah bergerak cepat memadamkan rumor. Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa seluruh narasi yang beredar di media sosial mengenai aksi korporasi tersebut adalah hoaks alias tidak benar.

“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” tegas Hera dalam keterangan resminya.

Hera juga mengimbau kepada seluruh nasabah setia dan masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi liar yang belum jelas kebenarannya. Ia meminta publik untuk selalu menyaring informasi dan hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi perusahaan atau pemberitaan dari media massa yang kredibel.

BACA JUGA :  Pengadilan Perintahkan Hentikan Lelang Sengketa Lahan OCBC NISP, ASNI Soroti Anggaran Remunerasi OJK

Hingga kini, rumor ini membuktikan satu hal: ketakutan yang ditampilkan secara tidak sadar oleh korporat sering kali jauh lebih jujur dan menarik untuk dibaca ketimbang deretan siaran pers yang disusun rapi.(Zr)

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer