Rabu, Oktober 7, 2026

Duka di Perlintasan Bekasi Timur: Lima Nyawa Melayang, Evakuasi Korban Terjepit Masih Berlangsung

HeadlineDuka di Perlintasan Bekasi Timur: Lima Nyawa Melayang, Evakuasi Korban Terjepit Masih Berlangsung

​BEKASI, ZONARILIS.COM – Tragedi memilukan mewarnai Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026) pagi, setelah KA Argo Bromo Anggrek terlibat kecelakaan hebat dengan rangkaian KRL. Hingga saat ini, otoritas terkait mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia telah bertambah menjadi lima orang, sementara petugas gabungan masih berjibaku menyelamatkan penumpang yang terperangkap di bawah reruntuhan gerbong.

​Data Korban dan Identifikasi RSUD

​RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi menjadi pusat evakuasi utama. Hingga pukul 05:23 WIB, pihak rumah sakit telah mengidentifikasi 53 korban. Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Nuryati (62), Enggar Retno K (35), dan Nurlaela (30).

​Secara keseluruhan, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa korban jiwa secara total kini mencapai lima orang. Situasi kian genting lantaran masih ada tiga korban yang terjepit di dalam rangkaian kereta yang hancur.

BACA JUGA :  Ironi di Balik "Salam Kompor": Menggugat Proyek Kompor Mewah Kemensos Senilai Rp13 Juta per Unit

​Data terkini menunjukkan total 79 korban luka-luka telah dilarikan ke sembilan rumah sakit berbeda untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Di RSUD Kota Bekasi, 50 pasien sedang dalam penanganan serius, dengan beberapa di antaranya harus segera dirujuk ke fasilitas spesialis.

  • ​Pasien Rujuk: Vira Oktaviani Putri (27) dirujuk ke RS Mitra Plumbon dan Yuliana Nur Pratama (24) dilarikan ke RS Siloam.
  • ​Pasien Rawat Jalan: Sejauh ini, Andi Saputra (30) dan Rista Triana (35) telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan darurat.

​Daftar korban luka lainnya mencakup nama-nama seperti Desvita, Ahmad Nur Syahril, Subur Sagita, Shovy Salsabila, Siti Maryam, hingga Pamilang Rani Situmorang. Pihak medis terus memantau kondisi pasien yang mayoritas mengalami trauma akibat benturan keras.

BACA JUGA :  Kronologis Penyiraman Air Keras terhadap Rusini di Ciracas, Bermula dari Putus Cinta dan Teror Video Intim

​Proses evakuasi berlangsung dramatis. Basarnas mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan adalah posisi korban yang terhimpit material besi gerbong yang ringsek parah. Namun, secercah harapan muncul saat seorang penumpang wanita berhasil dikeluarkan dari jepitan material dalam kondisi selamat, meski harus segera dibantu dengan tabung oksigen.

​Saat ini, fokus utama tim penyelamat adalah mengeluarkan tiga korban yang masih terperangkap di titik pusat benturan. PT KAI bersama pihak kepolisian juga terus melakukan pendataan dan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kecelakaan yang melibatkan kereta api jarak jauh dan kereta komuter ini.

Keluarga korban diimbau untuk segera menuju posko informasi di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi atau Stasiun Bekasi Timur untuk pembaruan data anggota keluarga mereka.(Red).

BACA JUGA :  Sandiwara yang Direkayasa Sendiri oleh Filipina?
spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer