Rabu, Oktober 7, 2026

Gerak Cepat Rano Karno dan Kejujuran Mengungkap Akar Masalah

HeadlineGerak Cepat Rano Karno dan Kejujuran Mengungkap Akar Masalah

Oleh : Zulfikar Marikar/ Pemerhati Jakarta_

Lebih dari sepuluh hari Rano Karno menjalankan tugas sebagai pelaksana gubernur sementara menggantikan Pramono Anung yang tengah menunaikan ibadah haji di Makkah. Dalam rentang waktu tersebut, Jakarta dihadapkan pada sejumlah persoalan yang menuntut respons cepat dan kepemimpinan yang sigap, demikian disampaikan Zulfikar Marikar selaku Pemerhati Kota Jakarta lewat Gawai ke Redaksi. 3/6/2026

Salah satu persoalan yang sempat menjadi perhatian publik ialah amblesnya jalan di kawasan Lenteng Agung yang mengganggu mobilitas warga. Menurut Zulfikar Di bawah koordinasi Rano Karno, jajaran birokrasi Pemprof DKI Jakarta dan instansi teknis dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan hingga akhirnya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima hari.

“Yang menarik, Rano Karno tidak hanya fokus pada penanganan teknis di lapangan, tetapi juga menyampaikan secara terbuka akar persoalan yang menyebabkan amblesnya jalan tersebut.” Ia menjelaskan bahwa masalah berasal dari keroposnya jaringan pipa besi Armco yang telah berusia lebih dari 30 tahun. Kondisi pipa yang telah mengalami korosi membuat struktur tidak lagi mampu menahan debit air, sehingga memicu kerusakan di bawah permukaan jalan.

BACA JUGA :  Isi Draf RUU Ketenagakerjaan Mengecewakan, Koalisi Besar Buruh Ancam Demo Besar-besaran

Zulfikar melihat bahwa Sikap terbuka tersebut menunjukkan pentingnya transparansi dalam tata kelola pemerintahan. Publik tidak hanya disuguhi solusi jangka pendek, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai persoalan mendasar yang selama ini luput dari perhatian.

Belum lama setelah itu, Jakarta kembali menghadapi musibah kebakaran besar di kawasan Kemayoran, yang mengakibatkan 304 bangunan hangus, ada 354 KK dengan total 679 jiwa terdampak.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali bergerak cepat dengan menyiapkan posko pengungsian di wilayah Kebon Kosong. Posko tersebut dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, bantuan logistik, hingga dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak kebakaran.

Dalam penanganan musibah tersebut, Rano Karno kembali menunjukkan pendekatan yang terbuka dan lugas. Ia menyampaikan bahwa mayoritas kebakaran di Jakarta 95% disebabkan korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan keselamatan instalasi listrik di kawasan permukiman padat masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara sistematis.

BACA JUGA :  Dituding Permalukan Gubernur dan Langgar Konstitusi, Kadisdik DKI Diminta Mundur

Kejujuran yang disampaikan Rano Karno patut diapresiasi sebagai bagian dari kepemimpinan yang tidak sekadar hadir saat krisis, tetapi juga berani mengungkap akar persoalan secara apa adanya. Dalam konteks pemerintahan modern, transparansi menjadi elemen penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus mendorong perbaikan kebijakan yang lebih tepat sasaran, tutur Zulfikar.

Respons cepat memang penting, namun keberanian mengakui sumber masalah merupakan langkah yang tidak kalah penting. Sebab, penyelesaian persoalan kota tidak cukup hanya yang terdampak di permukaan, melainkan juga membutuhkan keberanian membenahi akar persoalan sehingga penyelesaiannya dilakukan secara tuntas tutup Zulfikar.(ZR)

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer