Rabu, Oktober 7, 2026

Kagumi Semangat Dadong Wenten, I Nyoman Parta Bagikan Kisah Lansia Tangguh Pengrajin Sok di Usia Senja

NasionalDaerahKagumi Semangat Dadong Wenten, I Nyoman Parta Bagikan Kisah Lansia Tangguh Pengrajin Sok di Usia Senja

​BALI — Di tengah modernisasi yang bergerak cepat, sebuah kisah menyentuh hati datang dari sudut Pulau Dewata. Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, I Nyoman Parta, membagikan sebuah momen berharga saat dirinya mengunjungi seorang lansia tangguh bernama Ni Made Wenten. Di usianya yang telah menginjak 84 tahun, perempuan senja ini menolak untuk berpangku tangan dan tetap setia melestarikan kerajinan tradisional mengulat sok—atau membuat wadah dari anyaman bambu.

​Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, I Nyoman Parta memperlihatkan bagaimana semangat hidup Ni Made Wenten tidak pernah padam ditelan usia.

​Percakapan I Nyoman Parta dan Momen Kehangatan

​Dalam video tersebut, terlihat kehangatan dan canda tawa antara I Nyoman Parta, warga sekitar, dan Ni Made Wenten yang mengenakan baju merah. Berikut adalah petikan percakapan mendalam mereka yang terekam dalam video:

​I Nyoman Parta: “Keto uwek? (Seperti itu robek/rusak?)”

Ni Made Wenten: “Keto uwel… (Seperti itu kusut/terpilin…)”

I Nyoman Parta: “Terus-terus, jalan kaki dong? (Lalu waktu itu, jalan kaki?)”

Ni Made Wenten: “Iya.”

I Nyoman Parta: “Kija gen mare madolan? (Ke mana saja dulu berjualan?)”

Ni Made Wenten: “Mare ke Sanur, Ketewel, ke Guwang.”

BACA JUGA :  JPO Jakarta "Bau Pesing" Meski Anggaran Fantastis, FPPJ: Ini Bukti Kegagalan Kinerja Kadis Bina Marga

I Nyoman Parta: “Uning Guwang? (Tahu daerah Guwang?)”

Ni Made Wenten: “Uning… (Tahu…)”

I Nyoman Parta: “Tiang uling Guwang tiang. (Saya asli dari Guwang.)”

Ni Made Wenten: “Saget-saget ngeling Guwang… (Tiba-tiba ingat Guwang…)”

Warga/Perekam: (Tertawa) “Mekelo uling Sanur jeg negas mare negak… (Lama dari Sanur baru bisa duduk…)”

I Nyoman Parta: “Pidan dadong deketan dadong pidan? (Kapan nenek mulai berjualan dulu?)”

Ni Made Wenten: “Amun bongol… (Saat masih muda/sehat…)”

I Nyoman Parta: “Bongol? (Tuli/Kurang dengar?)”

Warga/Perekam: “Pidan nganten dadong? Nganten pidan? (Kapan nenek menikah? Menikah kapan?)”

Ni Made Wenten: (Tersenyum ramah) “Tusing nganten… tusing nganten… (Tidak menikah… tidak menikah…)”

I Nyoman Parta & Warga: (Tertawa kagum) “Ooo… tusing nganten… (Oh… tidak menikah…)”

I Nyoman Parta: “Yen jani madolan… (Kalau sekarang berjualan…)”

Ni Made Wenten: “Anget anyor suci… (Hangat dan suci…)”

​Di akhir video, I Nyoman Parta mencoba menguji kekuatan dan kerapihan sok (wadah bambu) buatan Dadong Wenten dengan cara menumpuk dan menekan anyaman tersebut. Hasilnya, anyaman bambu itu sangat kokoh dan elastis. Nyoman Parta pun langsung memborong hasil karya lansia produktif ini dan pamit dengan penuh rasa hormat.

BACA JUGA :  Dari Majasari, Adde Rosi Tampung Aspirasi soal Budaya, Pendidikan dan Infrastruktur

​Perjuangan Masa Muda: Berjalan Kaki Antar Kabupaten

​Bagi Ni Made Wenten, setiap jengkal anyaman bambu yang ia raut adalah saksi bisu perjalanan hidupnya yang luar biasa. Saat berbincang dengan I Nyoman Parta, ingatannya kembali terlempar ke masa muda. Dengan fisik yang kuat, ia dahulu menjajakan wadah bambu buatannya dengan berjalan kaki menempuh jarak puluhan kilometer, mulai dari Sanur (Denpasar), Ketewel, hingga ke Desa Guwang (Gianyar).

​”Hebat ya, bayangkan saja di masa lalu beliau berjalan kaki sejauh itu demi menyambung hidup dan mengantarkan hasil kerajinannya ke pembeli,” ujar I Nyoman Parta, mengekspresikan rasa kagumnya terhadap determinasi masa muda Dadong Wenten.

​Pilihan Hidup: Mandiri dan Belum Pernah Menikah

​Ada satu fakta unik dan menarik yang terungkap dalam pertemuan tersebut. Ketika ditanya oleh warga dan Nyoman Parta mengenai kehidupan rumah tangganya di masa lalu, Dadong Wenten dengan senyum khasnya menjawab bahwa hingga usianya yang ke-84 tahun ini, dirinya belum pernah menikah.

​Pilihan hidup untuk tetap melajang membuat dirinya tumbuh menjadi pribadi yang sangat mandiri. Ia membuktikan bahwa kebahagiaan dan produktivitas tidak dibatasi oleh status pernikahan. Hingga hari ini, ia tetap mampu menghidupi diri sendiri dari hasil keringat dan kreativitas tangannya sendiri.

BACA JUGA :  Tanggapi Fenomena Kriminalitas, FPPJ Beri Apresiasi Langkah Cepat Pemkot Jakarta Barat Tekan Aksi Begal

​Apresiasi dari I Nyoman Parta

​Melihat dedikasi yang begitu besar dari Ni Made Wenten, I Nyoman Parta mengaku sangat terenyuh sekaligus terinspirasi. Di saat banyak orang di usia senja memilih untuk beristirahat total, Dadong Wenten justru menunjukkan bahwa usia hanyalah sebuah angka.

​”Namanya Ni Made Wenten umur 84 tahun, lansia produktif yang tidak mau berhenti bekerja mengulat sok atau wadah dari bambu. Sampai usianya sekarang beliau belum pernah menikah,” tulis Nyoman Parta dalam kutipan keterangannya.

​Kunjungan ini menjadi pengingat berharga bagi generasi muda di Bali tentang pentingnya menjaga warisan budaya kuliner dan kerajinan lokal, serta meneladani semangat pantang menyerah yang dicontohkan secara nyata oleh Ni Made Wenten.

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer