Rabu, Oktober 7, 2026

Menjaga Marwah Jabatan: FPPJ Soroti Gestur Wakil Gubernur DKI yang Dinilai Minim Empati Rakyat

NasionalDaerahMenjaga Marwah Jabatan: FPPJ Soroti Gestur Wakil Gubernur DKI yang Dinilai Minim Empati Rakyat

JAKARTA, zonarilis.com – Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menyoroti berbagai respons publik yang muncul terkait gestur dan bahasa tubuh Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam beberapa kegiatan pemerintahan. Menurut FPPJ, seorang pejabat publik tidak hanya dinilai dari program kerja, tetapi juga dari sikap, gestur, dan cara berinteraksi dengan masyarakat.

​Ketua Umum FPPJ, Endriansyah, menegaskan bahwa kritik ini bukanlah serangan personal, melainkan masukan konstruktif agar citra kepemimpinan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin kuat di mata masyarakat.

​”Kami meyakini bahwa seorang pemimpin adalah simbol pelayanan. Karena itu, setiap gestur, ekspresi, dan bahasa tubuh yang ditampilkan di ruang publik memiliki makna tersendiri bagi masyarakat. Ketika muncul persepsi kurang responsif atau kurang menunjukkan empati, maka hal tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama,” ujar Endriansyah, pada siaran tertulisnya Rabu (03/06/26).

BACA JUGA :  LBHDI Sukses Beri Layanan Posbankum Desa dan Pelatihan Paralegal di Bitungsari

​FPPJ menilai bahwa masyarakat Jakarta saat ini mendambakan sosok pemimpin yang tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga mampu menunjukkan kedekatan emosional dengan warga. Di era keterbukaan informasi, setiap momen yang tertangkap kamera menjadi cermin kualitas kepemimpinan.
​Menurut Endriansyah, menjaga marwah dan kehormatan jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta adalah tanggung jawab bersama. Kritik ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian masyarakat sipil terhadap kualitas pelayanan publik.

​”Kami ingin marwah Wakil Gubernur DKI tetap terjaga. Justru karena menghormati institusi dan jabatan tersebut, kami berharap setiap pejabat publik dapat lebih memperhatikan komunikasi nonverbal, menunjukkan keterbukaan terhadap aspirasi warga, dan menghadirkan kesan kepemimpinan yang aktif, responsif, serta merangkul seluruh lapisan masyarakat,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Kebakaran Gang Tugu Cipayung Diduga Berasal dari Rumah Kusen, Pemadaman Masih Berlangsung

​FPPJ mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak pada polemik personal. Fokus utama harus tetap diarahkan pada penyelesaian berbagai persoalan Jakarta yang masih dirasakan warga, seperti:
​Penanganan kemacetan dan banjir;
​Penciptaan lapangan pekerjaan; serta
​Peningkatan kesejahteraan masyarakat.

​Di akhir pernyataannya, FPPJ berharap kritik yang berkembang menjadi momentum introspeksi bagi seluruh pejabat daerah untuk semakin memperkuat hubungan dengan rakyat.

​”Jakarta membutuhkan pemimpin yang tidak hanya terlihat hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara emosional dan sosial di tengah masyarakat. Kritik ini kami sampaikan sebagai bentuk cinta terhadap Jakarta dan harapan agar kepemimpinan daerah semakin dekat dengan rakyat,” tutup Endriansyah.

​Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra kritis pemerintah dengan menyampaikan masukan yang objektif, membangun, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat Jakarta.(zs).

BACA JUGA :  Haul Ulama & Habaib Betawi di Monas: Habib Salim bin Jindan Serukan Pendidikan Inklusif sebagai Bentuk Hijrah Nyata
spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer