Rabu, Oktober 7, 2026

Sinyal Bahaya Keuangan Telkom, CBA Desak Pemerintah Copot Dian Siswarini dari Kursi Dirut

Ekonomi dan BisnisSinyal Bahaya Keuangan Telkom, CBA Desak Pemerintah Copot Dian Siswarini dari Kursi Dirut

​JAKARTA, Zonarilis.com – Center For Budget Analysis (CBA) merilis rapor merah terkait kinerja finansial PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di bawah kepemimpinan Dian Siswarini. Sejak resmi menjabat melalui RUPST 27 Mei 2025, performa perusahaan pelat merah tersebut justru terjun bebas dan kehilangan momentum pertumbuhan.

​Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menyebut manajemen Telkom saat ini gagal total dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Menurutnya, Telkom seolah kehilangan taji dalam mendulang laba sejak pergantian nakhoda tersebut.

​”Pendapatan dan laba PT Telkom di tahun 2025 menurun drastis. Penurunan ini berdampak sistemik pada cadangan kas dan deposito perusahaan yang terkuras habis seperti air di musim kering,” tegas Uchok Sky dalam keterangannya, Senin (11/05/2026).

​Berdasarkan data audit internal yang disoroti CBA, pendapatan Telkom pada tahun 2025 tercatat hanya sebesar Rp109,6 triliun. Angka ini merosot tajam jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang masih mencapai Rp112,2 triliun.

BACA JUGA :  PHK di Maybank, Amin AK: PIP Jangan Jadi Alat Like and Dislike

​”Ada penguapan pendapatan sebesar Rp2,6 triliun. Ini bukan angka kecil, ini bukti ada masalah serius dalam manajemen operasional perusahaan,” tambah Uchok.

​Kondisi laba bersih pun tak kalah memprihatinkan. Laba yang sebelumnya mencapai Rp23 triliun pada 2024, kini terkoreksi menjadi Rp20,9 triliun pada 2025—sebuah penyusutan sebesar Rp2,1 triliun.

​Uchok juga membedah kondisi “dapur” keuangan Telkom yang kian mengkhawatirkan. Ia mengungkapkan adanya penurunan signifikan pada aset likuid perusahaan di bank:

  • ​Kas Bank: Mengalami defisit sebesar Rp721 miliar (dari Rp23,3 triliun menjadi Rp22,6 triliun).
  • ​Deposito: Hilang sebesar Rp2,3 triliun (dari Rp33,9 triliun menjadi Rp31,5 triliun).

​”Jika anggaran setara kas dan deposito terus tergerus, maka tiang fundamen perusahaan akan goyah. Ini ancaman serius bagi kelangsungan bisnis Telkom ke depan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Laba Bersih Rp57,56 Triliun Diterpa Sorotan Publik: ASNI Ingatkan BCA Jaga Komitmen Hukum dan Perlindungan Nasabah

​Atas dasar penurunan kinerja yang sistematis ini, CBA secara terbuka meminta Pemerintah untuk segera melakukan evaluasi total dan mengganti Direktur Utama.

​Uchok menilai Dian Siswarini tidak memiliki kompetensi yang memadai dalam menakhodai perusahaan sebesar Telkom. “Jika tetap dipertahankan, kinerja keuangan akan terus merosot dan bukan tidak mungkin Telkom akan menghadapi kerugian nyata.”

​”Kami minta Pemerintah segera gelar RUPS untuk mencari pengganti yang lebih amanah dan kompeten. Jangan biarkan aset negara hancur karena manajemen yang tidak becus,” pungkas Uchok.(ZR/Red).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer