JAKARTA, zonarilis.com – Di Jl. Tanah Merdeka, Kp Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, terdapat salah satu kuliner Betawi yang sudah lama menjadi bagian dari denyut kehidupan warga sekitar, yaitu Haji Samit SOP dan Sate Kambing Betawi.
Warung ini dikenal bukan hanya karena cita rasa sop kambing dan sate kambing Betawi yang khas, tetapi juga karena jejak panjang sejarahnya yang telah bertahan lebih dari setengah abad.
Menurut penuturan keluarga, usaha ini dirintis oleh Haji Samit sejak masih muda, pada masa ketika sosok Almarhum Baba Uwan atau Habib Husein Al Habsi yang dikenal sebagai tokoh sepuh di lingkungan tersebut masih aktif beraktivitas.
Baba Uwan sendiri wafat pada tahun 2015 dalam usia lebih dari 100 tahun, dan kerap dijadikan penanda era lama oleh warga sekitar untuk menggambarkan panjangnya perjalanan usaha ini.
Abdillah, anak Haji Samit yang kini berusia lebih dari 50 tahun, menceritakan bahwa dirinya sudah hidup bersama aktivitas usaha ini sejak kecil.
“Dari kecil saya sudah lihat bapak jualan. Jadi ini memang sudah jadi bagian hidup keluarga,” ujarnya saat ditemui zonarilis, Selasa, (12/05/2026).
Ia menilai, perjalanan usaha ini tidak selalu soal pertumbuhan besar atau ekspansi, melainkan lebih kepada mempertahankan keberlanjutan.
“Kalau dibilang maju ya tidak terlalu, dibilang mundur juga tidak. Kita lebih ke bertahan saja. Yang penting masih jalan dan pelanggan masih ada,” katanya.
Meski sederhana, warung ini tetap memiliki pelanggan setia yang datang dari berbagai wilayah di Jakarta Timur. Cita rasa sop kambing yang kuat, gurih, dan khas Betawi menjadi daya tarik utama yang membuat pelanggan bertahan hingga lintas generasi.
Keberadaan Haji Samit menjadi salah satu penanda bahwa kuliner tradisional Betawi masih memiliki ruang penting. Bukan sekadar soal makanan, tetapi juga soal sejarah keluarga, konsistensi, dan warisan rasa yang terus dijaga dari generasi ke generasi.










