JAKARTA, zonarilis.com – Aroma praktik suap dan pemerasan dalam perkara tindak pidana yang menjerat tersangka Deddy Kurniawan Sukolo dari perusahaan Blueray Cargo kini kian menyengat. Center for Budget Analysis (CBA) secara resmi mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pendalaman serius atas dugaan adanya aliran dana rutin ke sejumlah oknum Aparat Penegak Hukum (APH), mulai dari tingkat Polsek hingga level Mabes Polri.
Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menegaskan bahwa KPK tidak boleh bersikap diskriminatif. Berdasarkan temuan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi Hartanto tertanggal 25 Februari 2026, terungkap sebuah pola distribusi uang terorganisir yang ditujukan kepada oknum aparat. Dalam dokumen tersebut, nama John Field disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas koordinasi setoran rutin ke tingkat Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.
Menurut keterangan saksi, distribusi dana tersebut dilakukan secara berkala, yakni pada minggu pertama setiap bulannya. Saksi Hartanto mengakui pernah diperintahkan mengambil uang di ruang kerja Viny Liverie Lie di kawasan Mabes 5, lantai 2, pada Februari 2025. Uang dalam jumlah besar tersebut kemudian dibawa dengan tas jinjing hitam ke lingkungan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Dalam prosesnya, saksi mengaku hanya menjalankan instruksi “atasan” dan mengklaim distribusi tersebut adalah untuk kepentingan pihak kepolisian, bukan terkait urusan bea cukai.
Lebih mencengangkan lagi, dokumen pemeriksaan tersebut juga mengungkap penggunaan sandi khusus berbunyi “Kode Bantuan Freelance”. Istilah ini diduga digunakan sebagai kedok untuk memuluskan agenda pertemuan dan distribusi uang yang melibatkan sejumlah oknum tim kehumasan. CBA menilai, keterangan-keterangan krusial dalam BAP ini adalah pintu masuk yang valid bagi KPK untuk melakukan jemput paksa atau setidaknya memanggil pihak-pihak yang disebutkan untuk dimintai keterangan secara objektif.
Uchok menekankan bahwa transparansi dalam pengusutan kasus ini adalah ujian bagi integritas KPK. Jika benar terdapat aliran dana suap atau pemerasan ke institusi penegak hukum, maka seluruh pihak yang terlibat wajib diseret ke muka hukum tanpa pandang bulu. Hingga saat ini, publik masih menanti respons dan tindakan konkret dari lembaga antirasuah terkait temuan yang menyeret nama-nama besar di lingkungan kepolisian ini. Sebagaimana prosedur hukum yang berlaku, seluruh data dalam BAP ini masih perlu pembuktian lebih lanjut di meja persidangan, namun CBA optimistis bahwa KPK memiliki kapasitas untuk membuka tabir gelap ini hingga tuntas.(zr).
#ZonaRilis #KPK #CBA #BluerayCargo #KasusKorupsi #UsutTuntas #UchokSkyKhadafi #PenegakanHukum










