JAKARTA, zonarilis.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan Yahya Cholil Staquf.
Ia menilai, periode kepemimpinan PBNU saat ini merupakan yang paling mengalami kemunduran dibanding periode sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6), di tengah situasi menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 PBNU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
“Ngomong jujur ya, PBNU periode ini yang paling mundur dibanding yang lain. Itu keprihatinan semua pihak,” ujar Cak Imin.
Cak Imin menegaskan, kritik tersebut bukan dilatarbelakangi kepentingan politik, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai kader Nahdlatul Ulama.
Ia menyebut, kondisi organisasi perlu diperbaiki agar tidak mengalami kemunduran dalam tata kelola kelembagaan.
“Saya sebagai kader NU tidak ingin ada kemunduran dalam pengelolaan PBNU. Ini rasa cinta saya sebagai kader agar ada perbaikan manajemen,” katanya.
Lebih lanjut, Cak Imin juga menyerukan agar PBNU tidak diisi oleh unsur politisi aktif. Menurutnya, pemisahan peran antara politik dan organisasi keagamaan perlu ditegaskan kembali.
“Salah satu formulanya, PBNU harus bersih dari politisi. Politisi NU silakan masuk partai,” tegasnya
Dalam pernyataan terpisah di media sosial, Cak Imin menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama bukan organisasi politik, melainkan organisasi kultural yang mengedepankan kebersamaan dan harmoni sosial.
“NU itu bukan organisasi politik… NU itu orkestrasi kultural,” tulisnya.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga marwah organisasi dari kepentingan politik praktis.
Untuk diketahui, PBNU dijadwalkan menggelar Muktamar ke-35 pada 1–5 Agustus 2026. Forum tertinggi organisasi ini akan membahas arah kebijakan sekaligus memilih kepemimpinan baru untuk periode berikutnya. ***










