Rabu, Oktober 7, 2026

Jakarta Terpapar Abu Vulkanik, Korps Alumni KNPI Jaktim Imbau Warga Tak Panik

NasionalDaerahJakarta Terpapar Abu Vulkanik, Korps Alumni KNPI Jaktim Imbau Warga Tak Panik

JAKARTA, Zonarilis.com – Letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dilaporkan memuntahkan abu vulkanik yang menembus wilayah udara Lampung, Banten, Jawa Barat dan wilayah Jakarta. Abu terdeteksi mulai ketinggian sekira 20 ribu kaki pada Minggu (6/9/2026) dengan sebaran yang meluas dan mulai dirasakan dampaknya oleh warga masyarakat.

Terkait dengan hal itu, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur mengimbau warga DKI Jakarta tetap tenang dan waspada menghadapi dampak dari letusan gunung Anak Krakatau. Warga diminta tidak panik dan khawatir dengan adanya sebaran abu vulkanik, terutama di wilayah udara Jakarta.

Amos Hutauruk, Ketua Korps Alumni KNPI Jakarta mengungkapkan, paparan abu vulkanik mulai terdeteksi pada Minggu (6/9/20269) sekira pukul 4:00 WIB yang tersebar menjadi dua klaster sebaran.

“Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Klaster pertama dengan sebaran yang mencapai Lampung, sedangkan klaster kedua mencapai Banten, Jawa Barat dan sebagian wilayah Jakarta.” kata Amos kepada Wartawan di Jakarta, Senin (7/9/2026).

BACA JUGA :  BPJS Kesehatan Raih Penghargaan Marketing Champion 2026 di Hari Pelanggan Nasional  

Sejauh ini, peningkatan status erupsi Gunung Anak Krakatau sejak meletus pada Kamis lalu, masih di level 3, namun begitu, meski level 3 dan abu yang terdeteksi masih tipis, menurut Amos, kondisi itu tetap perlu diwaspadai, sebab situasi bisa saja berubah sewaktu-waktu mengikuti arah dan kecepatan angin.

Kondisi sebaran abu vulkanik tersebut tentu bisa mengakibatkan gangguan kesehatan bagi warga yang terdampak, terutama warga Jakarta. Menurut Amos, bentuk abu vulkanik itu berbeda dari debu atau abu biasa. Abu vulkanik memiliki tekstur dengan partikel yang sangat halus sehingga lebih dapat mengganggu saluran pernapasan atau menyebabkan iritasi mata, dan kulit, terutama pada balita dan anak-anak.

7 Poin Imbauan

Karena itu, Amos mengimbau bagi warga Jakarta untuk melakukan sejumlah langkah perlindungan diri terhadap paparan abu vulkanik.

BACA JUGA :  Komnas HAM Soroti Program MBG, Minta Perbaikan Kualitas Gizi hingga Keamanan Pangan

“Pertama, gunakan masker jika harus ke luar rumah, terutama gunakan masker N95 atau KN95, untuk membantu menyaring partikel debu vulkanik. Usahakan tidak menggunakan masker kain biasa, sebab kurang efektif menyaring abu vulkanik yang bertekstur halus,” urainya.

Kedua, kata Amos, tutup jendela dan pintu, lalu matikan kipas angin atau Ac yang terhubung dengan udara di luar rumah.

Ketiga, hindarkan bepergian serta hindarkan berada di luar ruang atau di luar rumah, terutama bagi anak-anak, balita, penderita asma dan paru serta para penderita jantung. Partikel abu vulknik yang sangat halus bisa menyebabkan sesak nafas jika terhirup.

“Keempat, kalau terdapat abu di sekitar rumah, mohon sebelum membersihkannya, basahi terlebih dahulu atau diguyur dengan air. Dan jangan bersihkan abu vulkanik dengan cara disapu dalam kondisi kering, karena pertikel abu yang halus ini mudah beterbangan dan terhirup warga,” kata Amos.

BACA JUGA :  UMT Bisa Jadi Panggung Diplomasi Global Indonesia

Kelima, menurutnya, warga perlu menutup tempat penyimpanan air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik. Terutama para pedagang. Jika ada makanan atau air yang terpapar abu vulkanik sebaiknya jangan dikonsumsi, berbahaya.

“Nah keenam, bagi warga yang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, batuk terus-menerus, atau iritasi mata yang semakin parah, segera ke fasilitas kesehatan,” imbuhnya.

“Warga juga bisa menghubungi layanan Jakarta Siaga melalui nomor 112 untuk melaporkan keadaan darurat di wilayah DKI Jakarta.” tandas Amos Hutauruk. (RED).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer