Rabu, Oktober 7, 2026

Kinerja Terbaik atau Anggaran Gaya? CBA Bongkar ‘Polesan’ APBD di Balik Citra Gubernur Malut

HeadlineKinerja Terbaik atau Anggaran Gaya? CBA Bongkar 'Polesan' APBD di Balik Citra Gubernur Malut

​JAKARTA, Zonarilis.com – Penobatan Sherly Tjoanda sebagai Gubernur Berkinerja Terbaik tahun 2026 versi survei nasional menuai kritik pedas dari berbagai kalangan. Center for Budget Analysis (CBA) menengarai adanya kontradiksi tajam antara prestasi di layar ponsel dengan realitas pembangunan di Maluku Utara.

​Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi pada Senin (4/5/2026), Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menyebut fenomena ini sebagai era “Gubernur Medsos”. Ia menilai legitimasi kepemimpinan saat ini telah bergeser dari pembangunan fisik ke arah akumulasi popularitas digital yang didanai uang rakyat.

​”Ini adalah era Gubernur Medsos. Jika dulu indikator kinerja adalah jumlah sekolah atau jalan yang dibangun, sekarang nampaknya cukup diukur dari berapa banyak likes, views, dan komentar ‘keren banget’ dari netizen,” tegas Uchok dalam keterangan resminya.

​Berdasarkan investigasi CBA, anggaran untuk menunjang penampilan Gubernur Sherly Tjoanda di muka publik mencapai angka yang mencengangkan. Pada tahun anggaran 2026, Biro Umum Setda Maluku Utara mengalokasikan dana khusus sebesar Rp48 juta untuk tata rias Gubernur. Artinya, rakyat membiayai estetika wajah sang pemimpin sebesar Rp4 juta setiap bulannya.

BACA JUGA :  Melawan Disrupsi Narasi, The Habibie Center Dorong Komunikasi Krisis yang Transparan

​”Bukan cuma wajah yang bersinar, mungkin sampai bayangannya pun terlihat cantik di layar ponsel berkat polesan APBD,” sindir Uchok. “Pantas saja setiap postingan selalu tampil sempurna, tidak ada noda, tidak ada lelah—semua berkat anggaran daerah yang bekerja keras!”

​Tak hanya soal penampilan, CBA juga menyoroti anggaran pemeriksaan kesehatan (medical check-up) dan perawatan kesehatan Gubernur yang mencapai Rp500 juta per tahun atau sekitar Rp41,6 juta per bulan. Angka ini dinilai melukai rasa keadilan, mengingat kondisi fasilitas kesehatan publik di pelosok Maluku Utara yang masih tertatih.

​Uchok menegaskan bahwa sorotan ini sangat relevan mengingat latar belakang Sherly Tjoanda sebagai pengusaha sukses. Sebagai pemilik PT Bela Group dan PT Karya Wijaya yang mengelola tambang nikel di Pulau Gebe, Sherly dikenal memiliki kekayaan yang melimpah.

BACA JUGA :  Peristiwa Misa Arwah di Depok sebagai Buktikan Gagasan "Ketuhanan yang Berkebudayaan" Belum Membumi

​”Beliau punya harta yang cukup untuk membayar tata rias dan kesehatan selama hidupnya. Namun entah kenapa, masih saja ‘berbagi beban’ dengan rakyat Maluku Utara. Uang APBD yang seharusnya untuk memperbaiki jalan rusak justru digunakan untuk memastikan Gubernur tetap tampil menawan,” ungkap Uchok.

​Kinerja yang hanya mengkilap di media sosial sementara rakyat masih berjuang dengan berbagai keterbatasan infrastruktur disebut CBA sebagai bentuk “Pembangunan Citra”, bukan pembangunan wilayah.

​Uchok menutup pernyataannya dengan mendorong publik untuk lebih kritis terhadap hasil survei yang hanya menangkap realitas di permukaan.

​”Survei berhak menilai siapa yang terbaik. Tapi kalau kinerja terbaik hanya terlihat di layar ponsel, mungkin kita perlu kategori survei baru: ‘Gubernur dengan Anggaran Terbesar untuk Kebutuhan Pribadi’. Di kategori itu, Sherly mungkin tetap akan menjadi juara bertahan,” pungkasnya.(Red/ZR).

BACA JUGA :  Berita Duka: Aktor Paling Ikonik Bung Diding Boneng Meninggal Dunia
spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer