Rabu, Oktober 7, 2026

Lawan Narasi Provokatif, GPI dan Aliansi Pemuda Deklarasikan Maklumat Kebangsaan di Jakarta

NasionalLawan Narasi Provokatif, GPI dan Aliansi Pemuda Deklarasikan Maklumat Kebangsaan di Jakarta

​JAKARTA, ZONARILIS.COM – Di tengah dinamika politik yang menghangat, elemen pemuda, mahasiswa, dan pelajar yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Islam (GPI) mengambil langkah strategis. Mereka mendeklarasikan “Maklumat dan Resolusi Bersama” sebagai komitmen menjaga stabilitas nasional dan mengawal arah pemerintahan dengan cara-cara intelektual.

​Deklarasi ini lahir dari Diskusi Publik bertajuk “Jalan Ninja Kaum Intelektual: Mengawal Pemerintah Melalui Kritik Terukur Tanpa Pusaran Konflik” yang digelar di Aula Gedung Pemuda KNPI, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Sekretaris Jenderal PP GPI, Fery Dermawan, membuka deklarasi dengan menepis isu “Indonesia Bangkrut” yang sempat ramai diperbincangkan. Ia menegaskan bahwa narasi tersebut tidak memiliki landasan ekonomi yang kuat.

BACA JUGA :  Hamka B Kady Rapat dengan Menteri Perhubungan: Temuan BPK Saya Nilai Bukan Masalah Fundamental, tapi Pengawasan Internal Harus Diperkuat

​”Narasi itu hanyalah retorika politik jalanan. Faktanya, pertumbuhan ekonomi kita pada Triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen, salah satu yang terbaik di G20 dan ASEAN. Stabilitas harga pangan pun terjaga dengan rekor cadangan beras Bulog,” ujar Fery.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan elemen pemuda, M. Zaeni Warat, menyatakan dukungannya terhadap pembenahan di Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, pengungkapan dugaan kebocoran anggaran di BGN adalah indikator bahwa sistem pengawasan negara bekerja dengan baik.

​”Jangan sampai polemik ini menghentikan hak gizi bagi 43 juta anak sekolah. Kami juga mendorong penguatan ekonomi akar rumput melalui Koperasi Desa Merah Putih agar pembangunan tidak hanya berpusat di Pulau Jawa,” tegas Zaeni.

BACA JUGA :  BPJS Kesehatan Luncurkan VIOLA, Akses Administrasi JKN Kini Bisa Lewat Video Conference

Terkait maraknya seruan untuk menurunkan Presiden Prabowo Subianto, perwakilan pelajar, Zhiyah Aulia, menegaskan sikap penolakannya. Ia menilai gerakan tersebut prematur dan berpotensi mencederai konstitusi.

​”Kami menolak tegas narasi ‘Reformasi Jilid II’. Sistem checks and balances melalui lembaga demokrasi kita sudah berjalan. Menolak gerakan ekstrem adalah langkah nyata pemuda untuk melindungi rakyat dari dampak inflasi dan ancaman PHK massal,” jelas Zhiyah.

Menutup rangkaian deklarasi, perwakilan mahasiswa M. Alwan mengajak seluruh mahasiswa untuk mengedepankan dialog ketimbang anarkisme. Ia menekankan bahwa kritik harus disampaikan berbasis data dan tetap memegang teguh etika kesantunan.

​”Merawat Indonesia adalah tentang memperbaiki dan menguatkan apa yang sudah ada. Mari tinggalkan cara-cara fitnah dan kedepankan solusi kebijakan yang kongkret demi masa depan bangsa,” tutup Alwan.

BACA JUGA :  Drama Sepatu 'Sultan' Siswa Jatim: Harga Selangit, CBA Desak Kejagung Periksa Biro Umum

​Melalui maklumat ini, aliansi pemuda berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat, kritis, namun tetap menjunjung tinggi kedamaian nasional.(zr).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer