Rabu, Oktober 7, 2026

Prediksi Politik Ahmad Bahar: Sufmi Dasco Ahmad Jadi Figur Kunci Wapres 2029

HeadlinePrediksi Politik Ahmad Bahar: Sufmi Dasco Ahmad Jadi Figur Kunci Wapres 2029

​JAKARTA, ZONARILIS.COM – Penulis politik senior yang dikenal dengan prediksi akuratnya, Ahmad Bahar, kembali menggebrak panggung literasi nasional. Melalui karya terbarunya bertajuk “Buku Pintar Politik, Wapres 2029: Sufmi Dasco Ahmad”, Bahar membedah peta kekuatan politik masa depan dan menempatkan nama Sufmi Dasco sebagai kandidat potensial dalam kontestasi kepemimpinan nasional mendatang.

​Rencana peluncuran buku ini akan dipusatkan di kawasan Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok. Pemilihan lokasi tersebut dinilai strategis karena UI dianggap sebagai simbol kampus perjuangan yang melahirkan gagasan-gagasan besar bagi bangsa.

​Dalam narasi bukunya, Ahmad Bahar menggambarkan Sufmi Dasco Ahmad sebagai sosok “bukan orang sembarangan”. Sebagai figur yang berada di ring satu Presiden Prabowo Subianto, Dasco dinilai memiliki gaya kepemimpinan yang unik: minim bicara namun kaya akan aksi strategis.

​”Sufmi Dasco adalah tipe politisi yang tidak gemar tampil berlebihan di depan publik. Namun, justru di situlah kekuatannya. Ketika ia berbicara, isinya sangat bernas dan berbobot,” ujar Ahmad Bahar saat memberikan keterangan pers, Selasa (28/4/26) di Jakarta.

BACA JUGA :  Iwakum Kecam Hotman Paris: 'Lu Punya Otak Gak?' Itu Penghinaan Terhadap Wartawan

​Kedekatan Dasco dengan pusat kekuasaan saat ini dianggap sebagai variabel penting yang memperkuat posisinya dalam bursa calon Wakil Presiden pada Pemilu 2029 mendatang.

​Publik menaruh perhatian besar pada buku ini bukan tanpa alasan. Ahmad Bahar memiliki rekam jejak panjang dalam “meramal” pemenang Pilpres melalui karya-karyanya yang kerap terbukti akurat:

  • ​Tahun 2013: Menulis kemenangan Jokowi-JK lewat buku 9 Alasan Memilih JOKO.
  • ​Tahun 2019: Menulis buku kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebelum pasangan calon resmi bertarung.
  • ​Tahun 1986 & 1999: Menulis biografi politik Megawati dan Gus Dur yang kemudian keduanya benar-benar menjadi Presiden RI.

​Ahmad Bahar mengaku bahwa penulisan buku ini didasari pada pembacaan peta politik yang jeli, meski ia berkelakar sering merasa “takut” jika prediksinya kembali menjadi kenyataan.

BACA JUGA :  CBA Desak KPK Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terkait Kasus Importasi

​Meskipun baru masuk tahap pre-launching, animo masyarakat terhadap buku ini sangat meledak. Hanya melalui promosi di media sosial, tercatat sebanyak 12.000 eksemplar telah dipesan oleh pembaca dari berbagai daerah, termasuk dari luar Pulau Jawa.

​Angka fantastis ini menunjukkan bahwa publik mulai cerdas dalam melihat peta kekuasaan. Masyarakat tidak lagi hanya terpaku pada figur yang populer di permukaan, tetapi juga mulai melirik sosok strategis yang bekerja di balik layar.

​Melalui buku ini, Ahmad Bahar membawa misi besar untuk memberikan pendidikan politik yang sehat bagi pemilih Indonesia. Ia menekankan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan kapasitas dan kompetensi, bukan sekadar euforia.

​”Saya berharap pembaca makin cerdas dalam memilih pemimpin. Jangan sampai masyarakat kecewa di kemudian hari karena munculnya tokoh yang dianggap tidak kompeten namun lolos menjadi pemimpin negeri ini,” tegas Bahar.

​Dengan rencana roadshow peluncuran di berbagai kota besar, buku ini diprediksi akan menjadi referensi utama bagi para pengamat politik dan masyarakat umum dalam meneropong arah angin politik nasional menuju 2029.

BACA JUGA :  Bangun Solidaritas Pekerja, GPBI DKI Gelar Lomba Mancing di Tengah Dinamika Perburuhan

Ahmad Bahar adalah penulis politik senior yang telah menghasilkan puluhan karya biografi dan analisis politik tokoh-tokoh nasional Indonesia selama lebih dari tiga dekade.(Red).

spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer