Rabu, Oktober 7, 2026

Rudi Darmawanto: PRJ Jangan Jadi Pesta Elit, Warga Jakarta Berhak Merayakan Ulang Tahun Kotanya

NasionalRudi Darmawanto: PRJ Jangan Jadi Pesta Elit, Warga Jakarta Berhak Merayakan Ulang Tahun Kotanya

Rudi Darmawanto: PRJ Jangan Jadi Pesta Elit, Warga Jakarta Berhak Merayakan Ulang Tahun Kotanya

JAKARTA – Pelaksanaan Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang resmi dibuka Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada 12 Juni 2026 mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua Poros Rawamangun, Rudi Darmawanto, yang menilai ajang tahunan tersebut mulai menjauh dari semangat awal sebagai pesta rakyat.

Menurut Rudi, Jakarta Fair yang telah menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta sejak era kepemimpinan Ali Sadikin seharusnya dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Jakarta Fair bukan sekadar tempat hiburan dan pameran dagang. Ini adalah ruang kebersamaan warga untuk merayakan ulang tahun kotanya, merasakan kebanggaan atas kemajuan Jakarta, dan menjadi bagian dari perayaan yang dicita-citakan Bang Ali Sadikin,” ujar Rudi kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

BACA JUGA :  Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Sampaikan Ucapan Selamat Idul Adha 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial

Rudi menyoroti harga tiket masuk Jakarta Fair 2026 yang dinilai cukup tinggi bagi sebagian masyarakat. Tiket reguler dibanderol mulai Rp40 ribu per orang, sementara tiket VIP yang mencakup akses konser mencapai ratusan ribu rupiah.

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok membuat sebagian warga kesulitan menikmati perayaan yang seharusnya menjadi milik bersama.

“Ketika harga tiket semakin mahal dan sulit dijangkau masyarakat kecil, maka Jakarta Fair perlahan kehilangan ruhnya sebagai pesta rakyat. Jangan sampai perayaan ulang tahun Jakarta hanya bisa dinikmati mereka yang mampu membeli tiket mahal,” tegasnya.

Rudi menilai penyelenggaraan Jakarta Fair saat ini cenderung lebih berorientasi bisnis dibandingkan kepentingan publik. Padahal, menurutnya, pemasukan dari penyewaan stan pameran dan dukungan sponsor seharusnya dapat menjadi sumber pembiayaan yang signifikan.

BACA JUGA :  TNI Kuat Bersama Rakyat

Karena itu, ia mendesak Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Jakarta Fair agar kembali berpihak kepada masyarakat.

“Jika alasan tingginya harga tiket untuk menutup biaya penyelenggaraan, saya kira itu perlu dikaji kembali. Ada pendapatan dari sewa stan dan sponsor perusahaan besar. Jangan sampai PRJ berubah menjadi pesta yang jauh dari rakyat yang seharusnya menjadi tuan rumah,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Rudi menyampaikan harapan agar Jakarta Fair kembali menjadi simbol kebersamaan seluruh warga Jakarta.

“Jangan biarkan ulang tahun Jakarta terasa jauh dari warganya sendiri. Pesta rakyat harus kembali kepada rakyat. Sebab kebahagiaan sebuah kota bukan diukur dari ramainya transaksi, melainkan dari banyaknya warga yang dapat ikut merayakannya,” pungkas Rudi Darmawanto.

BACA JUGA :  Peristiwa Misa Arwah di Depok sebagai Buktikan Gagasan "Ketuhanan yang Berkebudayaan" Belum Membumi
spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer