Rabu, Oktober 7, 2026

Wali Kota Jaktim Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

NasionalDaerahWali Kota Jaktim Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

JAKARTA, Zonarilis.com – Pemerintah Kota Jakarta Timur terus menggencarkan gerakan pemilahan sampah dari sumbernya di tengah meningkatnya perhatian terhadap persoalan sampah di Ibu Kota. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang setiap hari dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui pemisahan sampah organik dan anorganik. Hal itu disampaikan saat memimpin monitoring dan evaluasi timbulan sampah di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).

Menurut Munjirin, pengangkutan sampah ke Bantargebang tidak bisa menjadi satu-satunya solusi. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi timbulan sampah.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan ke TPST Bantargebang. Masyarakat harus berperan aktif dengan memilah dan mengolah sampah dari sumbernya agar volume sampah yang dibuang dapat terus berkurang, bahkan menuju zero waste,” kata Munjirin.

BACA JUGA :  WALHI Sebut Masalah Sampah Jakarta Bukan Kurang Aturan, tapi minim implementasi

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Jakarta Timur menghadirkan sejumlah pihak yang memaparkan teknologi pengolahan sampah organik menjadi pupuk serta pengelolaan dan daur ulang sampah anorganik.

Para camat juga menyampaikan perkembangan sosialisasi dan capaian program pemilahan sampah di wilayah masing-masing.

Untuk sampah organik, warga didorong memanfaatkan sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan dedaunan melalui berbagai metode pengolahan. Salah satunya melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), yang mampu mengurai sampah organik sekaligus menghasilkan pakan ternak bernilai ekonomis dan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Selain itu, penggunaan komposter dan lubang biopori juga terus diperluas. Melalui metode tersebut, sampah dapur dapat diolah menjadi kompos cair maupun kompos padat yang bermanfaat bagi tanaman dan ruang terbuka hijau.
Munjirin mencontohkan inisiatif warga RW 014 Kelurahan Pondok Kelapa yang mengembangkan Biopori Jumbo sebagai sarana pengolahan sampah organik.

BACA JUGA :  Perda RPIP Jakarta jadi arah baru Industrialisasi, pengusaha diminta proaktif lakukan penyesuaian 

Program tersebut dinilai mampu mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan daya serap air tanah dan menekan risiko genangan saat musim hujan.

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, masyarakat diwajibkan memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik diolah secara mandiri, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kertas, logam, dan botol dapat disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang.

Pemkot Jakarta Timur optimistis kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menekan volume sampah yang dikirim ke Bantargebang sekaligus mendukung pengembangan ekonomi sirkular di tingkat lingkungan.

“Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, langkah ini juga mendukung terwujudnya pengelolaan sampah berkelanjutan di Jakarta Timur,” ujar Munjirin. ***

BACA JUGA :  Tangerang Raya–DKI Perkuat Kolaborasi Atasi Banjir dan Sampah
spot_img

Simak Konten Lainnya :

Terbaru

Check out other tags:

spot_img
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Berita Populer