JAKARTA, ZONARILIS.COM — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus mempertegas peran strategisnya sebagai penggerak utama sektor ekonomi kerakyatan. Hingga periode Agustus 2026, perseroan berintegrasi mengalirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp144,59 triliun yang tersalurkan kepada 2,76 juta debitur di berbagai pelosok Indonesia.
Langkah ini menegaskan konsistensi bank berpelat merah tersebut dalam menjaga roda perekonomian riil di tingkat daerah tetap berputar, sekaligus memperluas inklusi keuangan yang produktif.
Dari total portofolio penyaluran KUR tersebut, sebanyak 68,38 persen atau senilai Rp98,86 triliun diserap langsung oleh sektor produksi. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 42,79 persen, yang sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.
Dorong Nilai Tambah dan Kualitas Pembiayaan
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa dominasi pembiayaan pada sektor produktif dirancang untuk memberikan efek berantai (multiplier effect) bagi peningkatan kapasitas usaha masyarakat.
“Penyaluran KUR menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan tepat sasaran bagi UMKM. Dominasi sektor produksi juga menunjukkan peran KUR dalam mendorong peningkatan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian di berbagai daerah,” ujar Akhmad dalam keterangan resminya yang diterima Zonarilis.com.selasa (27/10).
Ia menambahkan, dalam menjalankan penyaluran KUR, BRI senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent banking) dan menjaga kualitas kredit yang sehat. Kehadiran jaringan layanan BRI yang menjangkau hingga pelosok daerah menjadi kunci utama dalam memahami karakteristik serta kebutuhan riil para pelaku usaha.
“KUR BRI bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. BRI akan terus menjaga kualitas penyaluran agar memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan usaha dan membuka kesempatan bagi semakin banyak UMKM untuk tumbuh dan naik kelas,” ungkapnya.
Komitmen BRI terhadap pelaku usaha mikro dan kecil tercatat berlangsung konsisten dalam jangka panjang. Rekam jejak kumulatif periode 2015 hingga Agustus 2026 mencatat BRI telah mengucurkan dana KUR mencapai Rp1.580 triliun kepada 49,2 juta penerima manfaat di seluruh tanah air.
Di samping pembiayaan sektor usaha produktif, BRI juga aktif mendukung program prioritas pemerintah dalam memperluas akses hunian bagi masyarakat melalui Kredit Program Perumahan (KPP).
Hingga akhir Agustus 2026, total realisasi KPP yang disalurkan BRI mencapai Rp11,9 triliun, yang terdiri dari:
KPP Demand (Sisi Permintaan/Debitur): Rp9,62 triliun
KPP Supply (Sisi Penawaran/Pengembang): Rp2,29 triliun
“Dengan mengintegrasikan akses pembiayaan dan pemberdayaan usaha, BRI berkomitmen untuk mendorong UMKM agar semakin produktif, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Akhmad. (ZR).










